Friday, November 2, 2012

Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)

Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)
Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)
Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)
DEFINISI MASA NIFAS

    Masa nifas (Puerperium) adalah mulai partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prawirohardjo, 2005)

    Masa nifas (Puerperium) adalah periode dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan sebelum hamil, lama masa nifas ini 6 minggu. (Farrer, 1999)


PEMBAGIAN NIFAS

    Nifas dibagi dalam 3 periode :

1. Puerperium Dini

    Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 minggu.

2. Puerperium Intermedial

    Yaitu kepulihan yang menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.

3. Remote Puerperium

    Yaitu waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sempurna bisa berminggu-minggu, atau bulanan atau tahunan.


PERUBAHAN-PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS

    Perubahan fisik
    Involusi uterus dan pengeluaran lokia
    Perubahan sistem tubuh lainnya
    Perubahan psikis. (Sarwono, 2002)


4) PERAWATAN PASCA PERSALINAN

1. Mobilisasi

    Ibu yang melahirkan secara normal bisa melakukan mobilisasi 6 jam setelah melahirkan dan 8 jam setelah melahirka untuk ibu yang menjalani operasi cesar kemudian ibu dianjurkan melaksanakan mobilisasi dini, misalnya ibu miring kanan-miring kiri, turun dari tempat tidur, belajar duduk, dan berjalan sendiri. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke3 diperbolehkan jalan-jalan, dan hari ke 4 atau ke 5 sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi ini bertujuan agar sirkulasi darah menjadi lancar, menghindari pembengkakan, dan mencegah trombosis.

    Mobilisasi diatas mempunyai variasi, tergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka. (Sinsin, 2009).

    Mobilisasi dini sangat penting dalam mencegah trombosis vena. Setelah proses persalinan yang normal, jika gerakannya tidak terhalang oleh pemasangan infus, atau kateter dan tanda vitalnya juga memuaskan, biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan pergi ke WC dengan dibantu satu atau 2 jam setelah melahirkan secara normal. Sebelum waktu ini, ia harus diminta untuk melakukan latihan menarik napas yang dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya dari tepi ranjang. Pasien sectio caesarea biasanya mulai mobilisasi dini 24–36 jam sesudah melahirkan. Jika pasien menjalani analgesia epidural, pemulihan sensibilitas yang total harus dibuktikan dahulu sebelum mobilisasi dimulai. (Farrer,1999)

2. Diet

    Diet untuk ibu masa nifas harus banyak mengandung protein, besi, serta kalsium, vitamin serta serat makanan dan harus mencakup 3000 ml cairan yang 1000 ml diantaranya berupa susu. Asupan kalori per hari harus di tingkatkan sampai 2700 kalori (11.500 kilojoule). (Farrer,1999)

3. Miksi

    Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Bila kandung kemih penuh wanita sulit kencing. Sebaiknya dilakukan kateterisasi.

    Stres inkontinensia dapat terjadi hanya sementara dan akan menghilang setelah tonus otot dasar panggulnya membaik.

4. Defikasi

    Buang air besar harus dilakukan 3–4 kali setelah melahirkan

5. Perawatan payudara

    Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk mengurus bayinya.

Perubahan-perubahan terjadi pada kelenjar payudara :

    Poliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar alveoli dan jaringan lemak bertambah
    Keluar cairan susu jolog dari duktus laktiferus disebut kolostrum berwarna kuning-putih susu.
    Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
    Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang, maka timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu.

6. Cuti hamil dan bersalin

    Menurut undang-undang bagi wanita pekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu 1 bulan sebelum bersalin ditambah 2 bulan setelah bersalin.

7. Pemeriksaan pasca persalinan

    Pemeriksaan post natal antara lain meliputi :

    Pemeriksaan umum : TTV, keluhan dan sebagainya.
    Keadaan umum : kesadaran, selera makan dan lain-lain
    Payudara, ASI, putting susu
    Dinding perut, perineum, kandung kemih dan rektum
    Sekret yang keluar misalnya lokia, flour albus
    Keadaan alat-alat kandungan

8. Nasehat untuk ibu post natal

    Sebaiknya bayi segera disusui
    Untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarga sebaiknya melakukan KB untuk mengatur jarak kelahiran berikutnya
    Bawalah bayi anda untuk memperoleh imunisasi. (Mochtar, 1998)


5) TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS

    Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi. Melakukan skrining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
    Memberikan pedidikan kesehatan tentang kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
    Memberikan pelayanan keluarga berencana. (Mochtar, 1998).
Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)

0 comment:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India